RBT THE PRESIDENT

Oktober 10, 2008 at 6:30 am (REPORTASE)

THE PRESIDENT EKSIS LEWAT ALBUM FENOMENA

Sebelumnya saya gak pernah pake RBT di HP saya tapi saat mendengar musik The President yang berjudul mencintai dua hati saya rela kehilangan sembilan ribu. He..he…Ini dia sedikit sejarah tentang group musik ini..

***

Kemudian beranjak ke arah serius dengan membuka privat gitar di pangkalan Andharma Bandar Lampung, tepatnya di tahun 2001. Seiring berjalannya waktu, pada 2002, The President mencoba membuat beberapa lagu yang dituangkan dari pengalaman dan kisah nyata. Seperti lirik lagu Mencintai 2 Hati, yang dibuat pada tahun 2002 dan sekarang menjadi Hit Single The President
Karena semua lagu berasal dari pengalaman dan ungkapan hati, maka album The President diberi nama Fenomena, dengan konsep musiknya bernuansa lembut atau easy listening. The President pun menyuguhkan irama dan ketukan beat yang sekarang sedang digandrungi semua kalangan, baik anak muda maupun dewasa. Formasi The President saat ini adalah Andharma alias Aan (gitar), Adhi Swing (bas), Arman (vokal), Iwan (keyboard), dan Dyan (drum). “Formasi ini terbilang cocok untuk kita,” tutur Andharma yang juga pentolan The President.

The President adalah nama pilihan dari beberapa nama yang sebelumnya sudah dipakai. Karena beberapa alasan, pada tahun 2008, sebelum masuk dapur rekaman, sudah ditetapkan sebagai nama grup band dan didaftarkan ke Direksi Haki sebagai pamegang paten. Penggarapan album Fenomena rampung pada akhir April lalu, dan mulai edar pada awal Juni 2008 dengan label Infinity dan Indomusik serta RBT digarap oleh Warner Music Indonesia.
Meskipun formasi personilnya sempat mengalami beberapa kali perubahan. Namun, sebagian pemain inti masih tetap bercokol, mereka adalah Andharma dan Adi Swing. Dari lima personil berasal dari Lampung, namun terdapat satu yang berasal dari daerah Riau yaitu Arman. Ia direkrut pada tahun 2008 melalui audisi vokal di Bandar Lampung. Audisi itu sendiri diikuti sebanyak 91 peserta dari berbagai daerah.

Beberapa event manggung baik indoor maupun di lapangan terbuka sudah dilakukan. Kota-kota besar seperti Jakarta, Cibubur, Bandung, Bogor, Malang, sampai Surabaya, pernah disambangi untuk promosi. Sampai sekarang ini, masih ada 10 kota lagi yang telah dijadwalkan untuk tour bersama-sama dengan beberapa artis papan atas. “Nah, dalam waktu dekat ini The President akan roadshow di Banten. Tunggu kedatangan kami yah,” ungkap Adi Swing.(isa/pers kampus)

Radar Banten, 28 September 2008

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

UDIN DAN MIMPI KE ITALIA

September 24, 2008 at 12:38 pm (REPORTASE)

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} h1 {mso-style-next:Normal; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; page-break-after:avoid; mso-outline-level:1; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-font-kerning:0pt;} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

Kira-kira jam sembilan Senin (22/9) malam tadi saya balik kantor. Rasa pegal dari kantor saya baringkan di lantai panggung yang dipadati oleh koran-koran bekas tadi siang. Sebentara saja membaca tak lama muncul Miftahudin. Dengan gayanya yang sembarang anak Ciloang yang lebih tua satu tahun dari saya ini mendekati saya. Ia kemudian bercerita tentang buka bersama di kantor Gong Media Cakrawala (GMC), di Jl. Bayangkara Serang yang juga markas majalah Kaibon. Ia mengungkapkan bahwa saat buka dirinya berdebat dengan para penghuni kantor (Roni Langlang dan Piter Tamba). Masalahnya adalah soal memasak nasi. Udin panggilan akrab Miftahudin yang lulusan SMP ini menanak nasi. Namun diketahui oleh salah satu rekan di GMC tidak menanak nasi semuanya. Ia menyisakan beras yang ada di karung. Kontan tindakan Udin ditegur oleh salah satu kawan saya di GMC ini. Mereka menyayangkan sikap Udin yang menyisakan beras di dalam karung tersebut. Namun Udin tak diam menerima teguran itu. Ia beralasan bahwa dirinya tidak boleh menghabiskan beras sama sekali. Karena bisa menghilangkan rezeki. He..he.. Saya pernah mendengar hal ini dari nenek saya.

Mitos

Nah, lantaran mempertahankan argumennya Udin “diserang” oleh rekan-rekan. Namun Udin tak mau kalah. Alasannya adalah itu pesan orangtuanya. Ia harus mematuhi orangtuanya.

Mirip orang Baduy yang mengatakan; Kumaha Adat! Jika ditanya sesuatu yang tidak berkenan. Namun rekan-rekan menganggapnya sikap Udin mempercayai mitos.

Miftahudin ini adalah kakaknya Royadi, relawan Rumah Dunia. Ia seringkali main ke Rumah Dunia. Di tengah kondisi ekonominya yang lemah ia tetap semangat untuk belajar. Ia pernah mengikuti kelas menulis di Rumah Dunia pada angkatan 11. Meski berprofesi pedagang gorengan ia tidak sungkan-sungkan berbaur dengan mahasiswa, pelajar dan rekan-rekan lainnya. “Kalau saya sudah kenal gak malu. Tapi saya malu kalau belum kenal dekat,” ia pernaka mengatakannya itu kepada saya.

Saya melihat ia memiliki keinginan untuk bisa menulis dan semangat ingin tahu yang tinggi. Terlihat saat malam tadi ia menanyakan soal mitos itu kepada saya. Hemhm.. tentu saya jawab dengan seadanya; mitos atau mite(myth) adalah cerita rakyat yang tidak berdasar namun dipercayai oleh masyarakat awam. Namun sepertinya ia tidak puas sehingga ia mengatakan kepada saya akan mencari referensi lain. Saya menghormati sikap Udin ini. Bagi saya ini adalah sebuah perkembangan yang maju. Ia ingin tetap belajar.

Semenjak awal September lalu, Udin saya ajak untuk menjadi messenger (Tukang mengantarkan kaset ke BantenTv). Lucu sekali. Awal-awal ia sangat malu dengan orang-orang di kantor. Ia selalu mencari saya. Padahal saya harus liputan atau ada rapat. Udin mengaku segan kalau melihat wanita yang rada cantik.. he..he.. mungkin dia juga sering menonton BantenTv sehingga tahu presenter BantenTV. Untuk menghindari rasa mindernya, Udin saya perkenalkan kepada hampir seluruh orang yang ada di ruangan. Dan Alhamdulillah Udin sekarang sudah selonong boy. Ia bisa langsung menyerahkan kaset kepada scripwriter atau sekretaris redaksi tanpa mencari saya terlebih dahulu.

Mimpi Ke Italia

Dan semoga dugaan saya tidak salah, Udin ternyata memang ingin tetap belajar. Selesai mengobrol tentang mitos. Tiba-tiba udin melemparkan pertannyaan cara menulis berita olahraga. Wow!! saya senang, saya ladeni saja. Ia kemudian menyatakan keheranannya

kenapa berita pertandingan sepakbola antara klub Torino dan Intermilan di Italia sana ada di Radar Banten. “Berarti wartawannya ada di Italia. Tapi disitu ada netnya. Kata Kang Ipit (Reporter BantenTV) itu dari internet,”

Kebetulan saya pernah mengambil mata kuliah penyutingan berita dengan pengetahuan yang saya miliki saya jelaskan proses pengambilan berita dari internet. Kebetulan di RD ada internet saya langsung saja praktekan. Udin tampak mengerti. Saya pun senang. Mungkin bagi kita informasi ini hal-hal biasa saja. Tapi bagi Udin informasi itu sepertinya berguna. Tanpa pamitan Udin pergi. Saya masih terbaring lagi. Namun tiba-tiba dia membawa kertas dengan catatan. “Saya membuat berita pertandingan antara Torino dan Intermilan,” kata Udin sambil menunjukan hasil catatannya. Saya baca, tulisan Udin. Saya takjub!! karena penuturannya yang sudah bagus, apik dan memakai bahasa-bahasa bola yang lazim di pakai di majalah-majalah olahraga. Saya yakinkan kepada Udin bahwa itu bukan contekan. Dia bilang; sumpah. Dan saya yakin itu bukan contekan saat Udin bilang bahwa dia senang membaca berita bola. Setiap ada koran yang pertama kali ia baca adalah tentang bola. Dan yang tak habis pikir. Udin selalu menuliskan pertandingan bola yang ia tonton di layar televisi terutama liga Italia. “Saya buat saja beritanya. Cuma kadang wawancaranya bohong,” ungkapnya. Seperti Ikal dalam Laskar Pelangi yang ingin ke Sorbone, Udin pun bermimpi ingin ke Italia meliput pertandingan bola.

Din!! sebagai kawan saya senang. Amat senang!!

Kita belajar bersama Din sambil bermimpi.

Saya juga sama bermimpi ingin S2 Ke Eropa.

Bravo Udin!!

Aji Setiakarya

Rumah Dunia Komplek Hegar Alam

No. 40 Ciloang Serang Banten 42118

www.setiakarya.wordpress.com

www.rumahdunia.net

081808037115

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

REUNIAN RUMAH DUNIA

Agustus 18, 2008 at 9:42 am (REPORTASE)

FOTO KEMARIN PADA SAAT ACARA REUNIAN

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PT TIRTA INVESTAMA ILEGAL

Juli 16, 2008 at 10:46 am (REPORTASE)

UPDATE PADARINCANG

Minggu (13/7) malam saya menyempatkan diri untuk pulang kampung. Memenuhi janji dengan Abdul Basyit, koordinator penolakan atas pendirian anak perusahaan PT Tirta Investama (TI). Dari beliau saya mendapatkan kabar jika masyarakat yang dimotori oleh ulama, tokoh pemuda dan mahasiswa terus bergerak melakukan penolakan. Salah satunya adalah dengan melakukan pengumpulan tandatangan warga untuk menolak. “Ini dilakukan karena orang-orang yang pro terhadap perusahaan melakukan gerakan dukungan tanda tangan. Tapi saya yakin mereka dipaksa,” ungkap Basyit.

Gerakan ini dilakukan oleh pentolan jawara yang dibayar oleh perusahaan. Awalnya jumlah mereka banyak. Bapak saya sendiri ternyata sempat menampung tanah yang digali oleh perusahaan untuk mengurug kebun. Bapak menyatakan permohonan maafnya, karena beliau miskin informasi. Setelah tahu rencana perusahaan dan informasi dari saya bapak langsung menolaknya. Sekarang beliau menjadi tim koordinator pengumpul tandatangan di kampung. Selain bapak, beberapa jawara yang dianggap berpengaruh juga sudah menyatakan dukungan penolakan.

Rekan-rekan berdasarkan hasil konfirmasi dari beberapa nara sumber dan data-data yang saya baca ternyata izin pendirian PT Tirta Investama (Aqua) menunjukan banyak keganjilan. Pertama soal izin mendirikan bangunan tertera 8 Mei 2008 ditandatangani oleh kepala desa Curugoong H Aolani. Padahal pada masa itu H. Aolani tidak menjabat. Karena sedang menggelar pemilihan kepala desa. Sementara itu 8 Mei 2008 TI sudah melakukan pembangunan. Dan masyarakat protes. Artinya, surat izin dari kepala desa itu dibuat saat ada reaksi dari masyarakat.

Kedua, izin lokasi yang dikeluarkan oleh Bupati Taufik Nuriman untuk pembangunan TI telah menyalahi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2002-2012. Bahwa Padarincang merupakan sebagai daerah agrowisata.

Dan seperti yang disampaikan oleh beberapa media, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) TI belum dikeluarkan oleh DPLH Kabupaten Serang. Padahal TI sudah melakukan pembangunan fisik. Artinya TI sudah melanggar izin, yang izin tersebut juga tidak sesuai dengan RTRW 2002-2012/// (aji)

SEGENAP MASYARAKAT PADARINCANG:

MUI PADARINCANG, FORUM ULAMA TAMBIUL UMAH, LPM PADARINCANG, FORUM UMAT BERSATU, MASYARAKAT PETANI BANTEN, FORUM LINTAS BARAT, HIMPUNAN MAHASISWA PALIMA CINANGKA, HIMPUNAN MAHASISWA SERANG.

KOORDINATIR (BASYIT/KONTAK PERSON: 081911127433)

DUKUNGAN BISA HUBUNGI NOMOR TERSEBUT

Permalink 4 Komentar

SEMARAK TAMAN BACAAN TBM BAITUL HAMDI

April 15, 2008 at 4:21 pm (REPORTASE)

Oleh Aji  Setiakarya

 

Minggu (22/3) pagi,  halaman Taman Bacaan Baitul Hamdi yang terletak di Kampung Nanggorak di JL Labuan Pandeglang riuh dipadati oleh anak-anak TK dan SD yang datang dari berbagai wilayah yang ada di Pandeglang. Anak-anak TK itu ditemani oleh ibunya yang menenentang alas gambar. Wajah mereka tampak antusias dan bersemangat. Kegembiraan dan keluguan tampak terlukis di wajah anak-anak ini. Ya,  anak-anak usia dini itu telah mengikuti lomba mewarnai yang digelar oleh Yayasan Baitul Hamdi, Pandeglang dalam rangka Semarak Taman Bacaan Baitul Hamdil (TBM BAHA) “Tidak kurang dari 300 anak ikut serta dalam lomba ini,” ungkap Dian yang diamanahi sebagai koordinator lomba mewarnai  anak ini. 300 anak itu memadati Wisma BAHA yang dijadikan tepat lomba.

 

Sementara untuk anak-anak SD, TBM BAHA menggelar lomba menggambar.  “Pesertanya sekiar 40 orang. Kalau kita ngadain lomba untuk mereka memang  responnya cukup baik baik dari anak-anak maupun gurup dan oranguanya,” tambah Dian.  Baca entri selengkapnya »

Permalink 3 Komentar