MOHON BANTUAN, KAMPUNGKU DI OBOK-OBOK

Juli 9, 2008 at 3:54 pm (Artikel)

Senin (7/7) DPRD Serang kembali menggelar rapat kerja membicarakan nasib investasi PT Tirta Investama, anak perusahaan Danone yang membangun pabrik Aqua di Kampung Cirahab Desa Curugoong Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi Banten. Kalau tak salah menghitung ini adalah kali ketiga DPRD Serang memanggil Eksekutif yang memberikan izin mendirikan bangunan. Jelas, dalam rapat itu juga dibahas tentang penolakan mayoritas warga Kecamatan Padarincang yang menolak pembangunan pabrik Aqua itu yang dianggap merugikan khalayak di Padarincang.

Warga yang terdiri dari ulama, mahasiswa, tokoh pemuda, pelajar dan forum lurah sudah tiga kali mengadakan audiensi dengan pihak DPRD Serang. Dan secara tegas mereka tidak menerima keberadaan pabrik yang bakal menguras air bawah tanah mereka. Harga Mati: Menolak

SAUDARA SETANAH AIR, PARA PEJUANG LINGKUNGAN, KAWAN-KAWAN WARTAWAN, TEMAN-TEMAN BIROKRAT, YANG SAYA MULYAKAN. TERKAIT DENGAN PENOLAKAN WARGA PADARINCANG INI INGIN RASANYA SAYA BERCERITA SEKILAS TENTANG CIRAHAB

***

Mata Air Cirahab adalah sebuah berkah buat warga kampung Sukaraja khususnya dan Padarincang umumnya. Ia menjadi mata air yang menjadi sumber penghasilan untuk orang-orang yang berada di lingkungan Cirahab. Saya memanggil kali ini dengan Air Cimami (Karena disitu ada nama yang bernama Mami. Tokoh masyarakat, anak salah satu tokoh di Padarincang).

Cirahab terletak di kaki Gunung Karang. Gunung yang terbesar di Banten. Lebih dekat lagi dengan Gunung Wangun yang merupakan gugusan Gunung Karang. Dari sebuah sudutnya terdapat mata air yang mengeluarkan air bening dan jernih. Saat saya usia SD hingga SMP ini adalah tempat favorit yang saya kunjungi. Bahkan sampai saat ini masih menjadi tempat kebanggaan saya. Saya sering mengenalkannya kepada kawan-kawan. Airnya yang bening menjadi tempat segar untuk melepaskan dahaga kawan. Rumah saya di Kampung Cisaat, sekitar tiga kilometer ke kampung Cirahab ini. Meskipun begitu saya dan kawan-kawan rela untuk berjalan. Apalagi hari minggu. Sambil olahraga. Itu tidah dilakukan oleh saya tetapi anak-anak kecil dari kampung-kampung yang lain.

Jika kemarau datang Cirahab adalah berkah buat kami. Warga yang berada di Desa Cipayung, Ciomas, Barugbug, Cisaat, Batukuwung, Curugoong, Cisaat, pasti berbondong-bondong mandi bersama, kemudian mengambil air dengan kokang sebagai oleh-oleh pulang Rumah. Indah rasanya. Tak ada beban

Saat saya masih kelas lima SD bersama kawan-kawan saya masih sering memanfaatkannya untuk bacakan, makan bersama gaya Banten, di daun dengan sambal dan ikan panggan hasil tangkapan atau ngegogo.

Namun menginjak Madrasah Tsnawiyah, sekitar 1997-an kondisinya mulai berbeda. Dari sumber utama air Cirahab dibangun sebuah pabrik air minum kemasan. Nama perusahaannya adalah PT NATURAL EKA PERKASA. Warga mulai terganggu, ada percikan kemarahan dari masyarakat. Namun masyarakat membolehkannya karena perusahaan yang konon milik Tomy ini tidak terlampau eksploitatif. Hanya dalam jumlah kecil.

Saudara setanah air

Yang lebih penting lagi sebenarnya adalah mata air Cirahab ini mengairi lebih dari 4000 hektar sawah yang tersebar di Desa Batuwung, Desa Cipayung, Desa Barugbug. Saya tahu persis. Kebetulan Dari Cirahab ini mengalir ke tempat sawah kakek saya yang letaknya sekitar satu kilo dari mata air Cirahab, persisnya di Kampung Ciwarna. Bersama keluarga, saya sering memakainya untuk mandi jika habis kotor-kotoran di sawah. Artinya air ini menghidupi tanah 4000 hektar yang menjadi sumber penghidupan langsung dari empat desa.

Namun pihak perusahaan seperti menutup mata. Diberbagai media mereka bilang tidak akan mengganngu pasokan air dengan alasan yang diambil adalah air bawah tanah.

Parmaningsih, Coorperation Secretary PT Tirta Investama, ketika dimintai tanggapannya soal desakan warga agar pembangunan tidak dilanjutkan, justru mengaku optimis pabrik aqua dapat berdiri di Serang.

Menurut wanita berkacamata ini, terkait kekhawatirkan warga soal ancaman kekeringan beberapa tahun mendatang, Parmaningsih menjelaskan, pihak perusahaan sudah memikirkan hal tersebut. (Radar Banten, 2 Juli 2008)

Mereka juga mengimingi dengan janji lapangan pekerjaan dan kesejahteraan untuk rakyat setempat.

Saya mungkin bodoh untuk persoalan perairan ini. Tapi cobalah tengok

http://www.inilah.com/berita/2008/01/03/6287/tragedi-sukabumi-duka-di-tengah-limpahan-air-(1)/ –

Coba juga klik di mesin pencari Google dan ketik akibat kerusakan AQUA.

Sungguh!!! saya tak bisa membayangkannya jika saudara-saudara kami di Padarincang seperti halnya di Sukabumi

Karena itulah Saudara Setanah Air,

saya menyampaikan pesan masyarakat Padarincang:

Masyarakat Padarincang mohon do’a dari kedzoliman

Birokrat, LSM yang nakal, dan para anggota legeslatif yang serakah. Juga dari godaan sesaat RP I Miliar uang yang akan digelontorkan Tirta Investama kepada warga, semoga terhindari dari hasutan segelintir warga Padarincang yang sudah menjadi calo tanah, dan terhindar dari orang-orang yang telah menggadaikan Cirahab. Kepada PT Tirta Investama warga padarincang memohon maaf karena anda harus keluar dari wilayah kami.

Kepada Saudara Setanah Air,

Kami membutuhkan bantuan saudara-saudara. Kepada para aktivis lingkungan dimanapun berada, teman-teman wartawan, pemerintah daerah Serang, DPRD Banten, Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup. Dan siapa saja yang memiliki peranana untuk menolaknya. 4000 ribu hektar sawah, yang selama ini menyuplai beras ke Pasar Induk Rau akan kering kerontang. Sawah yang menjadi sumber penghasilan akan terbengkalai. Para petani di lima desa ini hanya akan gigit jari. Dan tentu saja mandi bareng anak-anak riang saya dulu tidak akan ada lagi ceritanya. Karena tak ada lagi air Cirahab yang jernih itu.

Duhai Tuhan!! Negeri kami sedang di obok-obok.

Mohon Bantuan kawan-kawan. Kami rakyat tak menghendaki. Tapi-tapi tangan-tangan jahil terus mengintai.

www.setiakarya.wordpress.com

Untuk lebih jelasnya

Hubungi

Abdul Basyit (Koordinator)

081911127433

MUI PADARINCANG, FORUM LINTAS BARAT, LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) KECAMATAN PADARINCANG, FORUM PEDULI LINGKUNGAN, FORUM KOMUNIKASI KEPALA DESA (FKKD) PADARINCANG, MAPALA UNTIRTA, HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA IAIN, BEM UNTIRTA.

Iklan

14 Komentar

  1. Dahlia Mulyani said,

    Turut prihatin mencermati kasus ini. Semakin jelas negeri ini lebih memihak kaum kapitalis dan mengorbankan rakyatnya sendiri. Bukankah air termasuk milik umum yang tidak bisa dikuasai oleh peroranga/perusahaan swasta ? Semakin sakit hati rakyat , bukannya dilindungi dan diurus dengan sepenuh hati segala kebutuhannya ..eh malah mengorbankan kepentingan rakyat demi uang yang tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkannya bagi generasi berikutnya. Hanya doa yang dapat saya panjatkan semoga kejadian ini menyadarkan kita semua bahwa rakyat telah didzolimi dan orang orang yang mendzolimi diberi kesadaran, bila tidak sadar juga semoga diberi balasan atas kedzolimannya.

  2. setiakarya said,

    Salam,

    Makasih Mbak Dahlia atas komentarnya.
    Semoga kiat bisa belajar dari kasus ini.
    Dan tidak menjadi bagian dari mereka yang serakah

    salam sahabat
    ajie

  3. dAmAr said,

    munafik. Bukan bermaksud membela PT. Tirta Investama, namun dalam kasusnya di Padarincang Serang, nampak sekali nuansa politisnya. Bila yang dijadikan lasan utama adalah kekeringan air akibat dari eksploitasi air bawah tanah yang akan dilakukan PT. TI, mengapa mereka yang berapi-api bolak dan menyatakan harga mati nutup pabrik Aqua, tidak melakukan riset ilmiah yang komprehensip didasari riset lapangan ke kabupaten lain yang jg ada pabrik Aqua?
    Ada 14 pabrik Aqua di Indonesia, dah itu dah berjalan lama, dan tidak ada satu pun yang ditutup warga, atau BUPATI-nya karena terbukti setelah pabrik ambuil air dalam jangka sekian tahun lamanya,maka lahan jasdi kering, tidak bisa bertani lagi dan sumur warga jadi kering?
    Malah setahuku, warga sekitar kecamatan yang ada pabrik Aqua di 14 pabrik merasa sangat bersyukur karena daerahnya jauh lebih maju dalam bidang ekonomi dan pembangunan baik fisik maupun non fisik.
    Poin saya adalah, bagi PT TI saya yakin bukan masalah besar tidak jadi bangun pabrik di Padarincang Serang karena rupiah yang telah dikeluarkanpun masih “kecil”, namun bagi masyarakat Padarincang secara khusus dan Serang pada umumnya justru kehilangan kesempatan (baca:rugi) dengan alasan :
    1. KEHILANGAN KESEMPATAN DAPATKAN PELUANG DAPATKAN LAPANGAN PEKERJAAN
    2. kehilangan kesempatan kembangakan ekonomi masyarakat, karena dengan adanya pabrik, manfaat bagi warga sekitar bukan hanya dapat lapangan kerja, tapi peluang usaha lain sep : jualan/warung, kos-kosan, rumah kontrakan, suplier barang, subkon dan lain-lain.
    3.Di mata investor dunia, Serang akan masuk daftar hitam, area merah bagi iklim investasi, bahkan Banten secara keseluruhan.Karena KEPALA DEARAHNYA TIDAK PUNYA SIKAP TERHADAP investor.
    4. Siapa pun yang jadi Bupati SERANG GANTIKAN TN tahun 2009 akan sulit bangun Serang karena dengan kasus ditutupnya Aqua, maka nangis darahpun gak guna meyakinkan inversor mau berinvestasi maka mereka akan berpikir 1000 kali !!!
    PADAHAL bangun daerah dengan hanya andalkan PAD dan DAU dan DAK dari APBN – APBD, sangat sulit. Gak Nyukupin.

    Nasi dah jadi Bubur, makanya makin banyak aja orang serang yang cerdas dan ngerasa Banten nich sebenarnya hanya milik keluarga TB. HS dan beberapa GOLONGAN, LEBIH MILIH HIDUP DI LUAR BANTEN.

  4. dAmAr said,

    Kalo gue jadi Bupati SERAng ..,,,
    Gue kan belajar pada Bupati2 di daerah lain yang ada pabrik Aquanya,
    Gimana mereka bersikap?
    Apa manfaatnya bagi pembangunan di kabupaten tsb?
    Jangan gak punya SIKAP?

    Payah.
    Malu bangaet warga Serang punya Bupati seperti TN?

    Moga cepat bisa belajar sebelum merugikan Serang secara berkepanjangan.

  5. dAmAr said,

    Turun sajalah dari jabatan Bupati serang, ngapain makasa pertahankan jabatan, toh atasi satu masalah protes warga saja gak bisa ???????
    Masa ama satu manusia bernama Basit saja keder?

    Masa gak bisa bicara dari hati ke hati dengan warganya agar bisa memahami pentingnya investasi dan meyakinkan bahwa Aqua tidak semenakutkan pemahaman warga yang telah dihasut Basit selama ini?

    Maluuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, maluin???????

  6. Aji said,

    Mohon maaf saya baru upload.
    MAs Damar, itulah penyakit pemimpin negeri ini. Tak bisa
    berbicara kepada masyarakat yang dipimpinnya. Sesuatu yang tidak boleh kita contoh.
    Tentang penolakan tidak ada yang menunggangi kami. Boleh mas Investigasi. Harga Mati adalah bahasa yang muncul dari hati masyarakat Padarincang. Justru mas Damar yang salah. Karena Atut anaknya pak H chasan Sochib justru memihak Danone. Jika anda ingin mengetahui lebih jelas kerusakan lingkungan oleh Aqua. Disitu sudah aku kasih linknya. Silahkan baca..

    Terimakasih atasa tanggapannya
    salam hangat
    ajie

  7. yoki said,

    MAJU TERUS PANTANG MUNDUR……………..KEBENARAN ADA PADA RAKYAT…………………..

  8. toto said,

    Ah yang terika-teriak menentang kehadiran pabrik itu kan yang nggak kebagian rezeki saja. tanah jauh dari lokasi, sehingga nggak laku di jual ke pabrik, padahal pabrik mau membeli dengan harga tinggi. Mau ngalam jadi karyawan nggak diterima, lha wong nggak sesuai dengan kulifikasinya. Mau bikin usaha di depan pabrik nggak punya modal, lha wong pabrik nggak minat beli tanahnya……
    akhirnya ya sudah demo dengan alasan lingkungan lah, ketersediaan air lah, dan sebagainya.
    Pernah denganr kan cerita srigala makan anggur. Kalau belum pernah begini ceritanya. Dulu nih ada srigala ingin benget makan anggur. Ia mendengar anggur itu enak sekali rasanya, manis, seger, pokonya mak nyusss….nah waktu ketemu pohon anggur, tuh srigala nggak bisa ngambil anggur, karena pohonnya merambat tinggi. Srigala itu lompat, nggak nyempe juga, manjat pohon, eh ia nggak bisa manjat pohon, mau pakai galah, en susah pegang galahnya. Akhirnya tuh srigala nyerah, nggak bisa menikmati anggur.
    Akhirnya, sepanjang jalan srigala koar-koar, jangan makan anggur, rasanya pahit banget, kalau makan pasti sakit perut. Padahal dalam hati ia ingin banget makan anggur…….
    Nah jangan-jangan yang pada demo itu sebetulnya kayak sirgala itu tadi, sebetulnya ingin banget kebagian rejeki dari pembangunan pabrik……

  9. setiakarya said,

    Salam Mas Toto
    terimakasih atas komentarnya.
    Alhamdulillah kami yang berdemo masih tetap
    konsisten dan bukan kepentingan perut kami.
    Saya yakin sifat srigala tadi dimiliki oleh semua orang.
    masing-masing membutuhkan uang. Masing-masing
    memilki kepentingan. Tapi kita harus membatasinya
    dengan hati nurani dan rambu-rambu kemanusiaan.

    Thaks
    salam hangat
    ajie

  10. Fabian said,

    bung tebakan yuk,,
    ”kalo skali ujan 10 menit tanah nyerep aer berapa juta galon ya?

  11. setiakarya said,

    tanya pada bukit yang tak bergoyang.!!
    .huahaha..

  12. rakrian pikatan said,

    SEKARANG DANONE BANGKIT LAGI SETELAH MENGUNDANG GUBERNUR BANTEN DAN BUPATI SERANG KE NEGERI MENARA EIFEL AYOOOOOOOOOO BANGKIT LAGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

  13. umar hadi said,

    wahai ATUT……….jangan hanya memperhatikan wajahmu, perhatikan juga tuh..rakyat yang sudah memilihmu……terutama rakyat yang di pedesaan dan pedalaman…

    kite doain aje….pemimpin2 yang ga peduli ma rakyat, penipu, mikirin dirinya dan keluarganya sendiri biar MATI CEPET-CEPET………………………………..

  14. ipunx said,

    Betul banget gan,sy dukung sepenuhnya aksi teman teman yg melakukan aksi penolakan.bukan karna sy masih satu kecamatan dg cirahab,(ane di Barugbug)tapi semata2 demi menjaga ribuan hektar lahan pertanian yg jadi matapencaharian warga sekitar.
    Kemarin jumat demo agak lumayan rame.semoga pemda bisa merespon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: