PESTA ENAM TAHUN DAN BAJAJ LIBRARY

April 15, 2008 at 4:47 pm (Memori)

 

Oleh Aji Setiakarya

 

Minggu (2/3) pagi hari kami terasa kosong. Gola Gong (GG), penasehat Rumah Dunia harus bergegas ke Purwakarta untuk menjalani pengobatan. Meski tampuk pimpinan sudah lama di tangan Firman Venayaksa kepergian GG yang diagendakan selama 2-3 Minggu itu tetap membuat kami agak hambar.

 

Tapi Rumah Dunia harus tetap berjalan tanpa Gong. RD, seperti GG bilang bukan lagi miliknya meski terletak di belakang rumahnya. RD sudah menjadi area publik, learning center yang harus menjadi tempat belajar. Karena itulah kami harus tetap bersemangat dan menggelar berbagai event yang mendidik. Senin (3/3) malam kami menggodok lagi agenda ulang tahun RD yang ke-6 yang sudah didiskusikan sebelumnya. Saya, Firman, Deden, Roy dan Awi berdiskusi sambil menyantap es campur dan martabak telor.

 

Acara Enam  Pesta

Beragam acara sudah siap digelar. Antara lain perlombaan permainan tradisional. Beberapa permainan yang akan digelar seperti; Galasin, Main karet, Tepuk nyamuk, Engkle, Sembunyi batu, dan Tebak kelereng. Anak-anak kita sudah lupa dengan aneka kegiatan atau permainan tradisional yang sebenarnya mengandung pembelajaran dan mengajarkan kebijakan bagi si anak. Contohnya adalah permainan galasin. Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk menghormati setiap orang yang memiliki kesempatan untuk beraksi. Kami ingin mengajak kembali anak-anak disekitar kita untuk mencintai kembali permainan tradisional itu yang sudah tergerus oleh permainan “modern” yang cenderung materialis dan hanya mengahbiskan waktu anak saja.

Selain permainan tradisional pameran foto akan menjadi rangkaian acara dalam ulang tahun RD kali ini. Ada pun tema yang diangkat adalah perjalanan RD selama enam tahun. Kami memberi judul pameran ini Rumah Dunia dalam Foto. “Event-event selama enam tahun akan menjadi warna dalam pameran ini,” kata Indra Kesuma, pengajar lukis yang juga pengajar di SMA Islam Al-Azhar. Indra awalnya ingin foto-foto itu dipajang di halaman terbuka RD. Namun karena pertimbangan musim hujan, tempatnya kita tetapkan di Lumbung Banten.

 

Acara lainnya adalah temu pengarang. Sebagai komunitas baca yang bergiat dibidang sastra dan jurnalistik acara sudah menjadi agenda rutin. Para pengarang yang akan datang adalah anak-anak Banten yang sudah melanglangbuana dan membuat banyak buku. Yaitu Endang Rukmana dan Bambang Q Aness. Endang Rukmana adalah alumni kelas menulis RD yang masih studi di FIB UI. Ia sudah memiliki 5 novel yang diterbitkan oleh Gagas Media. Sementara Bambang Q Aness adalah dosen di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Bukunya kebanyakan buku-buku panduan buat anak muda yang diterbitkan oleh berbagai penerbit nasional. Kedua pengarang itu akan dilengkapi oleh Nabila Nurkholisah Harris, pengarang Beatiful Days yang masih SD. “Temu pengarang penting untuk menjadi bahan inspirasi teman-teman kita yang muda,” kata Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia. Temu pengarang ini akan digelar Sabtu (8/3) Pukul 13.30 di panggung RD.

Puncak Acara


Setelah temu pengarang ini, malamnya akan dilanjutkan dengan pentas teater dan musikalisasi puisi dari SMA Al-Irsyad Waringin Kurung Serang Banten. “Kita siap memeriahkan ulangtahun RD,” kata Rahmat Heldi, pembina teater SMA Al-Irsyad.

Sementara Parade Kelompok Pengamen Cilik (KPC) digelar Jum’at malam pukul 20.00. Roy yang menjadi penanggungjawab Parade terus memberi informasi. Dan hasilnya lima kelompok KPC dari siap nunjukin kebolehannya. “Di Serang banyak KPC. Mereka sudah siap,” kata Lukman salah satu pentolan KPC Serang yang datang ke RD.

Ya, para pengamen cilik di Serang berjamuran. Mereka seperti anak pinggiran, tapi kita tidak boleh menyisihkan mereka. Mereka harus kita hajatkan. Dengan acara ini semoga mereka terhibur.

Puncak Pesta Enam Tahun Rumah Dunia akan digelar Minggu (9/3) siang. Akan ada pementasan teater anak Rumah Dunia. “Mereka adalah generasi kedua RD,” kata Deden relawan RD yang sejak awal menemani GG. Erni dan Maftuhah yang menjadi pengajar teater tiap sore melatih anak-anak ini. Selain teater anak akan ada pembacaan puisi Wong cilik yang akan dibawakan oleh pemenang lomba baca puisi Wong Cilik yang digelar pertengahan Februari kemarin. Acara Pesta Enam Tahun RD akan ditutup dengan diskusi literasi yang mendatangkan nara sumber Imam Prasodjo dari Nurani Dunia, Wien Muldian dari Forum Indonesia Membaca (FIM), Yaya Suhendar (Sekretaris Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah/BPAD) dan Eko Koswara (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten). Disela-sela itu akan ada perkenalan bajaj library hasil kerjasama Xl Care dan Nurani Dunia. Tentang pendanaan ulangtahun ini, “Kita butuh dua jutaan, untuk hadiah, pameran foto, tenda dan insentif,” ujar bendahara RD Deden. Dan alhamdulillah selain dari khas RD beberapa rezeki donatur tak terduga mengalir ke rekening Rumah Dunia. Diantaranya dari Arya Gunawan Jakarta (Semut Api) dan kawannya Herman dan Fuad Hasyim dari milis Wong Banten. Terimakasih atas bantuannya. Maka itu datanglah! Disini kami berbahagia.

 

(aji setiakarya sekjen Rumah Dunia, mahasiswa komunikasi untirta)

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: