EIFFEL, SLANGKANGAN DAN SLANK,

April 15, 2008 at 5:34 pm (Artikel)

 

                                                                                                       

Oleh Aji Setiakarya 

Para wartawan memberinya inisial “Eifell”. Tentu saja  nama samaran itu  adalah nama menara di  Paris, Prancis. Menara yang dinobatkan sebagai menara terindah.  Mungkin karena kecantikannya yang membuat wanita itu di juluki Eifell. Meskipun ada indikasi “E” itu adalah Endah atau  Wartawan Detik.Com menyebut Eiffel cantik, putih rambutnya panjang  dan oriental.  Tapi sungguh menyiksa hati, wanita ini  ternyata ditangkap bersama anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution dari fraksi Partai Persatuaan Pembangunan (PPP), partai yang punya azas Islam. Yang lebih menyesakkan lagi, dari kabar yang saya himpun  Eifell adalah PSK yang dijadikan bonus oleh Sekretaris Bintan Azirwan untuk menyuap Al-Amin.

Sebagai warga biasa muak dengan tindak tanduk para wakil rakyat.  Peristiwa Al-Amin bukan kali pertama anggota DPR terlibat kasus  suap dan korupsi. Sebelumnya  sederet nama anggota  perwakilan rakyat itu  pernah menjadi tersangka penggunaan dana tak sepatutnya. Sebelumnya 2 anggota institusi yang mengaku wakil rakyat itu terlibat dalam kasus penyuapan BI. Yakni Antony Zedra Abidin dan anggota Komisi XI Hamka Yamdu. Meski pun sebenarnya diduga ada 16 orang yang terlibat dalam kasus BI ini.  Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sekitar 40-an anggota DPR RI periode 2004 – 2009 terlibat korupsi. Mereka berasal dari berbagai macam partai.  Baik yang  punya basis agama atau pun nasionalis. Data itu tentu saja yang nampak. Pasti banyak yang tidak terlihat

SLANGKANGAN DPR

Wanita, dunia slangkangan sepertinya memang bukan hal baru untuk menggoda pejabat menggolkan sebuah proyek. Beberapa teman seringkali berbagi cerita, jika kamu punya “gacoan” cewek cantik pasti gol. Pejabat, atau yang punya kebijakan sepertinya sangat dekat dengan slangkangan perempuan. Ya,  tentu saja perbuatan  ini seirama dengan moral yang mereka miliki. Bejatnya moral bisa membuat siapapun tergelincir pada kubangan nista. Dewi Persik, saat terlibat konflik dengan  Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang pernah memberikan ancaman kepada publik jika dirinya akan membuka seluruh aib para birokrat Kota Tanrgerang jika melakukan tindakan yang menyudutkan dirinya. Entah hanya gertak sambal atau ancaman itu benar, sehingga Wahidin Halim tidak mau melaporkan Dewi Persik kepada polisi.   

Menurut, Syafii Maarif,  Mantan Ketua Umum Muhammadiyah  adalah puncak  gunung es di negeri ini.  Syafii yang pernah menjadi panitia seleksi pemilihan pimpinan KPK ini mengatakan tidak hanya terjadi di DPR tapi hampir di berbagai instansi. Pernyataan Syafii ini harus menjadi warning buat para penegak hukum  agar labih giat lagi membongkar berbagai kasus yang merugikan dan melecehkan martabat bangsa ini. Pun, lembaga semacam Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK). Mereka jangan tebang pilih dan harus tetap menjaga independensinya. KPK jangan menjadi mesin kepentingan pemerintah. Bisa jadi dibalik penangkapan Al-Amin, pemerintah dalam hal ini Presiden Soesilo Bambang Yhudoyono (SBY), hendak menonjolkan dirinya bahwa ia serius dalam memberantas korupsi. Ia, hendak mempermalukan DPR dan membangun citra positif pemerintah untuk meraih kedudukan kembali pada pemilu 2009 nanti.

 

SLANK

 

Kabar tertangkapnya Al-Amin harus menjadi cermin buat kita semua. Terutama mereka yang duduk di bangku DPR. Mereka harus introspeksi. Harus mau menerima kritikan dan saran dari yang diwakilinya. Saya heran dengan para anggota DPR. Seringkali mereka mengaku menjadi wakil kita, menjual nama rakyat. Tapi saat kita bersuara mengingatkan, mereka marah. Contoh yang teranyar adalah niat Badan Kehormatan (BK) DPR melalui Gayus Lumbun yang hendak melaporkan kelompok musik SLANK karena menciptakan dan melantunkan Gosip Jalanan  yang di dalamnya menyebut DPR tukang buat UU dan tukang korupsi.  Padahal SLANK rakyat Indonesia yang mereka wakili. Wajar apabila SLANK memberikan masukan kepada wakilnya agar tidak korupsi dan tidak hanya buat undang-undang. Bagi saya pernyataan Gayus Lumbun yang hendak melaporkan SLANK tidak  logis. SLANK mengkritik dalam porsi yang wajar. Tidak membuat keonaran apalagi merusak gedung DPR.  Anehnya DPR kebakaran jenggot. Padahal, jika memang tidak melakukan korupsi seharusnya anggota DPR itu tidak usah risih dengan lagunya SLANK.  

 

Sementara cermin untuk masyarakat, kita harus selektif dalam memilih anggota legeslatif yang bakal jadi wakil rakyat ini. Masyarakat jangan tertipu dengan rayuan gombal partai yang ingin membuat kenyang kelompoknya saja. Kita harus belajar dari peristiwa SLANK, penangkapan AL-AMIN, Kasus BI dan kasus-kasus lainnya.  Memang sulit untuk memilih di tengah kondisi lingkungan demokrasi yang amburadul ini. Tapi saya percaya, diantara yang hitam pasti akan hadir yang putih di sana.    

 

 

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untirta

Redaktur Pelaksana www.rumahdunia.net

www.setiakarya.wordpress.com

Foto: Diambil dari situs www.profauna.or.id

 

Iklan

4 Komentar

  1. rendika said,

    ” kok nama samarannya bagus yah klo buat cewek dalam kasus ini,, “eiffel”, tapi klo buat korban pemerkosaan atau kekerasan seksual pasti cuma itu – itu aja. Kalau ngga ‘bunga’,’mawar’,’melati’.

  2. cici / icha said,

    kakak qu th pengen bgt ktmu ????????? klo blh

    kpn konser dibekasi ????

  3. nicky said,

    mungkin pemerintah merasa tersinggung

    saa merasa tidak melanggar hukum he

    udh emg kenyataan juga

  4. havidz said,

    buat ank2 slank.. salam PLUR…. tetap bebas merdeka dlm berkarya gw dukung!!!
    kpn konser ke kota kcl kmi lumajang gy????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: