LENTERA KALBU DAN PUISI WONG CILIK

Januari 30, 2008 at 3:20 pm (Literasi)

000_10011.jpg

Aji Setiakarya 

Buku harus menjadi teman kita. Selain bisa menjadi inspirasi juga bisa menjadi motivasi hidup kita. Di dalamnya kita akan menemukan semesta ilmu, wawasan, penjelasan dan rahasia-rahasia alam yang tidak pernah kita ketahui. Membaca buku artinya kita berdialog dengan si pengarang juga transformasi  ide. Intinya membaca buku bisa mencerahkan. Hal ini menjadi doroang rekan kami Fitri Suciwati  ingin mendekatkan buku kepada anak-anak, remaja dan masyarakat. “Agar mereka bisa mengimbangi  arus informasi yang merajalela,” ungkap Fitri.  

 Launching Lentera Kalbu 

Aku Membaca (Maka) Aku Ada

 Itu adalah kalimat pembuka Fitri Suciwati, warga Ciekek Melati Pandeglang  yang membuat sebuah perpustakaan kecil di rumahnya Jl Raya Labuan Km.2 Ciekek Melati No.2 Pandeglang. Minggu (27/1) pagi, saya Firman, Deden dan Roy meluncur dengan menggunakan motor untuk menghadiri acara peluncuran Lentera Kalbu ini. Lentera Kalbu  dibuka di rumahnya. Fitri mengaku dorongan untuk membuat taman bacaan adalah karena melihat kondisi masyarakat terutama anak-anak yang tidak gemar membaca. Padahal membaca itu bisa menciptkan umat manusia keluar dari kebodohan. “Tanpa Membaca kita akan gagal menjadi manusia,” begitu kata-kata pernah di ucapkannya seperti tertulis dalam kalimat pembuka makalahnya.

Kami merasa salut dengan Fitri. Di tengah kesibukannya bekerja ia masih menyisihkan waktunya untuk oranglain. Selain tentu biaya dan rumah mereka yang bakal ramai. Karena Lentera Kalbu juga menggunakan konsep Rumah Dunia. Dengan mengratiskan para pembacanya untuk datang ke RD.  Rumah Buku Lentera Kalbu ini telah memiliki 300 judul buku. “Buku-buku itu saya beli dari hasil gaji bekerja saya selama ini,” ungkap Fitri yang tidak memiliki latar belakang perpustakaan ini. Meski tidak memiliki latar belakang perpustakaan, kecintaan Fitri terhadap buku tidak surut. Selain membuka perpustakaan di rumahnya. Wanita yang lahir di Pandeglang ini juga seringkali membawa sejumlah buku untuk anak-anak di luar rumah dengan menggunakan sepeda. “Paling kalau saya mau kerja saya bau buku untuk anak-anak dengan sepedah ini,” kata Fitri lagi. <p>

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPA) Pandeglang Ibu Hj Erna Nurhayati yang memberikan apreasiasi cukup baik. Dalam sambutan Bu Hj Erna yang  mengatakan ia merasa berbahagia dengan keberadaan Lentera Kalbu karena sudah membantu tugasnya sebagai pejabat publik yang mengurusi persoalan minat baca.  Selain Erna juga hadir Firman Venayaksa, selaku Presiden Rumah Dunia. Selain Firman saya, Deden dan Royadi ikut menghadiri launching ini.  Firman didaulat untuk memberikan sambutan. Setelah memberikan sambutan secara simbolis kami memberikan  100 eksemplar buku yang terdiri dari buku anak-anak dan bacaan remaja.

   Puisi Wong Cilik  

Sementara agenda acara yang  terus kami matangkan adalah perlombaan menulis dan membaca puisi wong cilik. Acara yang digelar pada 10 Februari ini belum ada yang daftar. “Tapi yang berminat sudah banyak,” kata  Royadi yang membagikan selebaran tentang puisi ini. Sebelumnya kami belum pernah menyelenggarakan Lomba Puisi Wong Cilik ini. Kami rasa juga di Banten bahkan di Indonesia, lomba baca puisi ini yang pertama kali. Karena itulah kami masih meraba-raba apresiasi wong cilik ini. Pendaftaran untuk lomba sendiri di buka sampai tanggal 7 Februari. Teknisnya, peserta harus menyetorkan tulisan karta mereka sendiri dan pada 10 Februari membacakan karya yang mereka buat. Seperti yang pernah disinggung sebelumnya, juri acara ini adalah Toto St Radik, Prof Dr Yoyo Mulyana M.Ed dan Firman Venayaksa. Informasi lainnya yang ingin kami sampaikan adalah tentang kelas menulis. Sampai saat ini peserta kelas menulis sudah ada tujuh orang yang berasal dari pelajar dan mahasiswa. Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 3 Februari. Ada pun syarat-sayaratnya adalah membawa contoh karya fiksi baik puisi atau cerpen dan contoh karya berita. Selain itu peserta harus menyetorkan dua eksemplar buku. Tentu saja tidak ada pungutan apa pun. Informasi lebih detail tentang kelas menulis bisa di lihat di www.rumahdunia.net/agenda.

Aji Setiakarya, Sekjen Rumah Dunia

    

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: