MENCEKAL PEMBALAK LIAR

Desember 29, 2007 at 4:17 pm (Artikel)

MENCEKAL PEMBALAK LIAR

Oleh Aji Setiakarya

 

lumban-1.jpgSatu lagi  tragedi hukum yang melukai perasaan masyarakat Indonesia.  Kali ini dilakukan oleh Pengadilan Tinggi  Sumatera Selatan yang memvonis Adelin Lis pemilik PT Keang Nan Development yang dituduh telah merusak hutan Jambi di Pulau Sumatera.

 

Laporan masyarakat dan kepolisian Republik Indonesia(Polri) menerangkan  Adelin Lis telah merugikan negara sekitar 118 Miliar akibat ulahnya melakukan praktek pembalakan liar. Data yang diliris oleh Kepolisian semenjak berdiri 1985  Keang Nan Development telah merusak 5.879 Hektare Hutan yang ada di daerah Sumatera. Jumlah yang cukup luas.

 

Selain Adelin Lis, masih banyak lagi para pembalak liar yang dianggap telah merusak hutan yang kini terus diselidiki oleh kepolisian. Tim Penyelesaian Masalah Pembalakan Liar bentukan Presiden Soesilo Bambang Yhudoyono (SBY) menetapkan 14 perusahaan.   Kesemuanya adalah anak perusahaan dan mitra PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper. Kerugian negara dan masyarakat karena kerusakan alam akibat ulah pembalak liar ini memang parah. Di Riau, berdasarkan data yang dilansir oleh Kepolisian setempat mencapai 1.860 Triliun. Jumlah itu setara dengan APBN negeri ini selama 10 tahun. Angka ini baru yang terjadi di Provinsi Riau. Belum lagi yang terjadi di daerah-daerah lainnya.

 Kenapa Sulit? 

Persoalan pembalakan liar sudah mencapai titik kulminasi. Sudah banyak hutan yang rusak. Tapi mengapa sulit untuk ditumpas?. Adabanyak alasan mengapa hal itu terjadi alasan pertama adalah para pelaku  pembalak liar adalah  para konglomerat. RAPP misalnya adalah perusahaan milik Taipan Soekanto Tanoto, orang terkaya di negeri ini yang juga pemilik Asian Agri yang tersandung dugaan penggelapan pajak. Sudah bukan barang baru di Indonesiaterjadi praktek korupsi. Kuat dugaan keberlangsungan terjadinya pembalakan liar karena perusahaan itu pandai “mengatur” para pejabat yang memiliki wewenang dalam kebijakan kehutanan.  

 

Di koran ini, dilansir bebasnya Adelin Lis tidak terlepas dari intervensi suratsakti MS. Kaban yang menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Hakim ditengarai telah menggunakan suratsakti itu sebagai sandaran. Ini adalah salah satu tanda bahwa para pengusaha itu pandai memang menggunakan segala cara untuk memuluskan niat serakahnya.

 

Alasan kedua adalah turunan dari alasan pertama yaitu mafia peradilan.Pengadilan  di negeri masih belum tegak berdiri diatas kebenaran dan keadilan. Ia masih memihak kepada pihak-pihak yang “berduit” karena bisa menguntungkan para hakim.

 

Putusan hakim yang memvonis bebas Adelin Lis akan berpengaruh terhadap citra hukum. di tengah gencarnya usaha untuk menumpas pembalak liar. Parapembalak liar yang sekarang masih berjaya akan semakin menganggap remeh hukum yang ada. Karena itu apabila praktek itu memang telah terjadi seharusnya pemimpin di negeri mengambil tindakan tegas terhadap orang-orang yang membawa negeri ini ke dalam kehancuran. Sudah saatnya kita bersama-sama menjaga hutan Indonesiaini dari tangan-tangan jahil dan serakah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: