Mahasiswa Dan Krisis Identitas

Oktober 23, 2008 at 10:44 am (Artikel)

Mahasiswa Dan Krisis Identitas

Oleh Aji Setiakarya

Kabar tawuran mahasiswa tersiar lagi di berbagai media. Kali ini yang terlibat adalah mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Yayasan Administrasi (YAI). Menurut data yang dihimpun oleh Kompas (16/10) tawuran antara UKI dan YAI ini dalam bulan ini mencapai puluhan kali.

Kasus UKI dan YAI bukan kasus pertama. Jauh sebelumnya sering terdengar tawuran mahasiswa. Di Makassar misalnya, sering terjadi ribut antara mahasiswa, bahkan se kampus. Di televisi tampak terlihat mahasiswa sering melakukan anarkisme pada tawuran tersebut. Mahasiswa saling melemparkan batu dan kayu bahkan merusak fasilitas umum dan kampusnya sendiri. Pada kasus UKI dan YAI ini ditemukan oknum mahasiswa yang menyiapkan diri dengan senjata tajam. Bak preman mereka tampak siap untuk beradu fisik.

Kekerasan

Sepertinya bukan hanya kelompok preman yang tergolong dalam kaum anarkis. Mahasiswa kini juga identik dengan dengan anarkis karena memanfaatkan cara-cara kekerasan untuk menyuarakan jeritan hati atau ide-idenya. Selain tawuran, mahasiswa juga sering terlibat dalam aksi demonstrasi yang tidak sehat. Mereka melakukan longmarch, meneriakan yel-yel sambil menendang pot bunga atau melemparkan tomat pada beberapa bagian bangunan yang diprotes. Bahkan tak jarang membakar atau merusak fasilitas umum. Lihat kasus aksi demonstrasi kenaikan BBM pada akhir Mei 2008 lalu di depan Istana. Tragedi tersebut adalah indikasi bahwa mahasiswa tak bisa mengatur emosionalnya. Mereka terbawa pada kubangan emosi anarkis.

Di Banten, keberingasan mahasiswa juga sering terjadi. Pada sidang paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Banten ke-8 lalu misalnya, beberapa mahasiswa mencorat-coret jalan dengan pilok yang sengaja mereka bawa. Terbawa dengan emosi mereka seolah tak berpikir jika itu adalah tindakan anarkisme. Apalagi dibarengi dengan pembakaran pengrusakan pada baliho secara paksa. Tawuran sebenarnya adalah salah satu persoalan yang menjangkiti anak muda (mahasiswa) negeri ini. Selain tawuran mahasiswa juga seringkali menampilkan aktivitas yang tidak terpuji. Misalnya mereka seringkali menampilkan adegan mesum, mabuk dan aktivitas lainnya yang hanya mengedepankan hedonisme.


Krisis Identitas

Anarkisme, tawuran, demonstrasi yang anarkis jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai kemahasiswaan yang dikenal di tengah masyarakat sebagai agen perubahan, sebagai pengemban moral. Identitas mahasiswa adalah luhur. Ia kemudian disegani ditengah masyarakat karena ia memiliki “gigi” saat kondisi social di terpa ketidakjelasanan. Karena itu setiap kali mahasiswa berteriak lantang atas sebuah penindasan, ketidakadilan, turun ke jalan maka tak sedikit masyarakat membantunya secara sukarela.

Namun era kini, identitas mahasiswa sebagai agent of change, sebagai penanngung moral luntur oleh budaya kekerasan, adegan mesum dan tingkahpolah lainnya yang tak terpuji. Jika potret tersebut terus ditampilkan mahasiswa, maka identitas mahasiswa yang luhur pastilah lenyap. Dadi Rsn, salah satu seniman asal Banten ketika melihat tawuran mahasiswa di televisi mencak-mencak agar mereka yang tawuran tidak disebut dengan mahasiswa karena telah mencederai nilai luhur mahasiwa. Dadi juga mengkritisi tindak tanduk mahasiswa saat ini yang hanya bisa berdemo namun tidak menunjukan prestasi yang bagus. Menariknya Dadi meyakini bahwa kebiasaan tawuran itu adalah kebiasaan dari SMA sejak dulu. Dia memberikan pandangan bahwa jika tidak diberikan bimbingan yang baik. Bukan tidak mungkin si mahasiswa yang kebetulan memiliki akses yang cukup key DPR misalnya, mereka akan tawuran di gedung DPR sana. Selain Dadi banyak lagi masyarakat yang mulai antipati dengan tindak tanduk mahasiswa.

Belajar Pada Laskar Pelangi

Mahasiswa idealnya adalah kelompok yang memiliki basis moral, intelektual yang tinggi. Makanya kemudian, Amien Rais menyebut mahasiswa sebagai agent of change. Hal ini mengingat mahasiswa/akademisi adalah tulung punggung masyarakat untuk sebuah perubahan Jika kini di tengah mahasiswa melakukan anarkisme, pasti ada yang salah dengan pola pendidikan kita. Tentu saja bukan kesalahan lembaga penddidikan tempat mereka berada seperti UKI atau YAI. Saya yakin benih-benih untuk berbuat kekerasan itu sudah tumbuh sejak mereka SMA. Maka itu hanya menyalahkan perguruan tinggi tidaklah tepat. Yang perlu diintrospeksi adalah sistem pendidikan dari mulai SD hingga SMA.

Menyaksikan tawuran mahasiswa itu saya teringat dengan buku dan film Laskar Pelangi yang belakangan ini sedang mewabah di nusantara. Dari sana saya dapatkan pesan bahwa ada hal yang telah dilupakan oleh segenap pengelola lembaga pendidikan atau ahli pendidikan saat ini. Juga dengan orangtua kita. Yakni semangat mengajar dengan hati. Seni mengajar yang diterapkan disekolah saat ini adalah semangat nilai yang mengedepankan otak ketimbang hati. Yang terjadi adalah kita pintar namun tak memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungannya.

Seorang guru bernama Bu Muslimah yang tak memiliki pendidikan tinggi ternyata mampu menumbuhkan semangat kepada anak-anaknya. Semangat untuk memberikan rasa percaya diri kepada anak kampung yang tak memiliki harta untuk bersekolah hingga bisa mencapai cita-cita yang tinggi. Semangat untuk menjaga nilai moral.

Tawuran yang ditontonkan oleh mahasiswa pada beberapa televisi dan media lainnya adalah sebuah tanda telah terjadi kesalahan pola pendidikan kita. Sudah saatnya kita menata kembali pola pendidikan yang ideal yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, moral dan hati ketimbang otak atau secarik kertas yang berisi angka-angka. Pintar tapi tak bermoral.

Aji Setiakarya, Mahasiswa Untirta

Bergiat di Rumah Dunia

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

kLIP tHE pReSIDENT

Oktober 23, 2008 at 10:26 am (DOK VIDEO)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

RBT THE PRESIDENT

Oktober 10, 2008 at 6:30 am (REPORTASE)

THE PRESIDENT EKSIS LEWAT ALBUM FENOMENA

Sebelumnya saya gak pernah pake RBT di HP saya tapi saat mendengar musik The President yang berjudul mencintai dua hati saya rela kehilangan sembilan ribu. He..he…Ini dia sedikit sejarah tentang group musik ini..

***

Kemudian beranjak ke arah serius dengan membuka privat gitar di pangkalan Andharma Bandar Lampung, tepatnya di tahun 2001. Seiring berjalannya waktu, pada 2002, The President mencoba membuat beberapa lagu yang dituangkan dari pengalaman dan kisah nyata. Seperti lirik lagu Mencintai 2 Hati, yang dibuat pada tahun 2002 dan sekarang menjadi Hit Single The President
Karena semua lagu berasal dari pengalaman dan ungkapan hati, maka album The President diberi nama Fenomena, dengan konsep musiknya bernuansa lembut atau easy listening. The President pun menyuguhkan irama dan ketukan beat yang sekarang sedang digandrungi semua kalangan, baik anak muda maupun dewasa. Formasi The President saat ini adalah Andharma alias Aan (gitar), Adhi Swing (bas), Arman (vokal), Iwan (keyboard), dan Dyan (drum). “Formasi ini terbilang cocok untuk kita,” tutur Andharma yang juga pentolan The President.

The President adalah nama pilihan dari beberapa nama yang sebelumnya sudah dipakai. Karena beberapa alasan, pada tahun 2008, sebelum masuk dapur rekaman, sudah ditetapkan sebagai nama grup band dan didaftarkan ke Direksi Haki sebagai pamegang paten. Penggarapan album Fenomena rampung pada akhir April lalu, dan mulai edar pada awal Juni 2008 dengan label Infinity dan Indomusik serta RBT digarap oleh Warner Music Indonesia.
Meskipun formasi personilnya sempat mengalami beberapa kali perubahan. Namun, sebagian pemain inti masih tetap bercokol, mereka adalah Andharma dan Adi Swing. Dari lima personil berasal dari Lampung, namun terdapat satu yang berasal dari daerah Riau yaitu Arman. Ia direkrut pada tahun 2008 melalui audisi vokal di Bandar Lampung. Audisi itu sendiri diikuti sebanyak 91 peserta dari berbagai daerah.

Beberapa event manggung baik indoor maupun di lapangan terbuka sudah dilakukan. Kota-kota besar seperti Jakarta, Cibubur, Bandung, Bogor, Malang, sampai Surabaya, pernah disambangi untuk promosi. Sampai sekarang ini, masih ada 10 kota lagi yang telah dijadwalkan untuk tour bersama-sama dengan beberapa artis papan atas. “Nah, dalam waktu dekat ini The President akan roadshow di Banten. Tunggu kedatangan kami yah,” ungkap Adi Swing.(isa/pers kampus)

Radar Banten, 28 September 2008

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

INI VIDEO PERTAMA SAYA STAND UP

Oktober 6, 2008 at 5:01 am (DOK VIDEO)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar