REUNI RUMAH DUNIA DAN PELUNCURAN RUMAH TUKI

Agustus 7, 2008 at 5:34 pm (Artikel)

Oleh Aji Setiakarya

Rencana reuni bagi para alumni kelas menulis Rumah Dunia (RD) akan terealisasi juga. Setelah hampir dua kali diundur, akhirnya kami menetapkan 9-10 Agustus 2008 sebagai waktu yang tepat. Sejauh ini kelas RD sudah membuka kelas menulis sebanyak 11 kali. Masing-masing angkatan diberikan pelatihan 3-5 bulan. Terdiri dari pelatihan jurnalistik, sastra. Pada 1- 7 angkatan diberikan pelatihan skenario film. Namun pada angkatan delapan, mereka pelatihan skenario film diberikan kepada mereka yang sudah lulus dalam pelatihan jurnalistik dan sastra.

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

BUPATI AKAN CABUT IZIN PT TIRTA

Agustus 7, 2008 at 5:18 pm (Artikel)

Dari Banten Raya Post Edisi Rabu 6 Agustus 2008

SERANG – Bupati Serang Taufik Nuriman mengaku sudah mantap untuk mencabut izin PT Tirta Investama yang berniat menanamkan investasi eksploitasi air bawah tanah (ABT) di Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Pernyataan itu disampaikan Taufik saat menghadiri acara penutupan pengajian ulama dan umara Kecamatan Padarincang yang dihelat di Kantor Kecamatan Padarincang, Selasa (5/8).

Bahkan ditegaskan Taufik, rencana itu sedianya dilakukan akhir Juli lalu. “Sebetulnya saya masih mempertimbangkan kebijakan aspirasi warga yang menolak dan warga lainnya yang mendukung keberadaan perusahaan (Pt Tirta –red) itu, agar satu sama lain tidak ada yang merasa dirugikan yang berakhir pada konflik horisontal,” kata Taufik di hadapan ratusan warga Padarincang. “Tetapi karena masyarakat Padarincang terus mendesak saya untuk mencabut seluruh izin yang sudah dikeluarkan, pencabutan itu akan saya lakukan.”

Menurut Taufik, keinginannya itu sudah disampaikan kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Serang saat melakukan rapat rencana pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) ABPD Perubahan di Kota Bogor, Senin (4/8) lalu. Setelah itu Ketua DPRD Kabupaten Serang Hasan Maksudi, masih kata Taufik, meminta untuk tidak terburu-buru mencabut izin PT Tirta sebelum ada rekomendasi dari DPRD.

“Pencabutan izin investor tidak bisa dilakukan tanpa ada rekomendasi dari DPRD. Karena itu, kami akan melakukan pembahasan dulu untuk langkah penerbitan rekomendasi itu,” kata Taufik mengutip ungkapan Hasan Maksudi.

Dalam kesempatan itu, Taufik juga mengklarifikasi kepergiannya ke Paris Prancis tidak terkait kepentingan PT Tirta Investama, tetapi atas undangan partnership Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Serang yakni PT Sauh Bahtera Samudera.

Sebelumnya, kedatangan Taufik ke lokasi acara sempat diwarnai isu aksi unjuk rasa ratusan warga Padarincang yang ingin meminta kepastian jawaban Bupati. Ini diketahui berdasarkan informasi yang disampaikan melalui short massage service (SMS) yang diterima Baraya Post. Bunyi SMS itu antara lain “Beberapa masyarakat Padarincang akan melakukan aksi unjuk rasa menyambut Bupati Serang saat menghadiri acara pengajian.”

Tidak hanya itu, di sepanjang jalan dari arah Ciomas menuju lokasi acara terpasang puluhan spanduk yang berisi kecamatan terhadap PT Tirta Investama dan kepada Bupati Serang yang dinilai lambat dalam memberikan keputusan.

Dalam kesempatan sama, juru bicara warga Padarincang Abdul Basit mengaku menyambut keputusan Bupati tersebut. “Tadinya kami akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran ke Pemkab Serang. Tapi karena Bupati memberikan keputusan sesuai dengan keinginan kami, niatan itu kami urungkan,” kata Basit.

Namun begitu untuk mendorong terbitnya rekomendasi pencabutan dari DPRD, Basit mengaku akan lebih dulu melakukan pendekatan dialogis. “Tapi jika lamban, terpaksa melakukan aksi,” tukasnya.

Sementara itu, Hasan Maksudi saat dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan apa yang disampaikan Taufik. Namun demikian Hasan mengingatkan beberapa hal yang perlu diketahui sebelum bupati melakukan pencabutan izin terhadap investor, sebab mendatangkan investor itu tidak mudah. “Jika Bupati meminta dukungan DPRD untuk mencabut izin PT Tirta, kami akan berikan rekomendasi itu selama dua perusahaan air minum yang lebih dulu melakukan eksploitasi air di Padarincang juga dicabut,” tegas Hasan.

“Kalau memang masyarakat tidak ingin ada eksploitasi air di sana (Padarincang –red), semua perusahaan air yang ada di situ izinnya harus dicabut. Kalau tidak, ada apa dengan PT Tirta? Mengapa warga bersikukuh ingin izin PT Tirta dicabut sementara yang lainnya tidak? Ini menjadi pertanyaan besar,” tandas Hasan.

Selain itu, jika hasil analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang sudah di susun tidak menyalahi aturan, pencabutan itu tidak beralasan. “Kalau dicabut justru akan menjadi masalah lantaran berbenturan dengan aturan hukum,” pungkasnya. (oji)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

MASYARAKAT PADARINCANG AKAN DEMO

Agustus 7, 2008 at 6:11 am (Artikel)

MASYARAKAT PADARINCANG AKAN DEMO

Oleh Aji Setiakarya

Rabu (29/7) saya berkesempatan meliput panen raya petani Rumput Laut di daerah Tenjo Ayu, Carenang, Kabupaten Serang yang dihadiri oleh Gubernur Banten Atut Chosiyah dan Bupati Serang Tauifk Nuriman (TN). Perputaran uang di daerah ini menurut salah satu pengusaha rumput laut disana sekitar 12 Miliar. Artinya masyarakat sekitar merasakan keberadaan usaha Rumput Laut ini. Hanya saja mereka mengeluhkan sikap pemerintah provinsi dan kabupaten yang tidak peduli terhadap infrastruktur (jalan) yang rusak parah. Saat audiensi, jelas petani rumput laut ini membutuhkan jalan yang bagus. Saat itu ia langsung menembak Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten untuk segera memperbaiki jalan. Untung, Atut bisa melemparkannya ke Bupati TN sehingga tampak wajahnya memerah. Itu terekam oleh banyak mata termasuk kamera saya.

Sepulang dari acara itu, bersama rekan wartawan lainnya, saya menyaksikan hamparan sawah yang kering kerontang. Tanah merekah, disertai pohon padi yang merah karena tak berhasil tumbuh. Saya melewati sungai terusan Ciujung yang hitam. Dan sungai durian yang tidak terurus. Rekan-rekan wartawan menertawakan kerja Bupati Serang yang kata mereka hanya bisa memberikan salam saat sambutan. Yang membuat kami tertawa yang sesungguhnnya jengkel adalah sekelompok ibu-ibu yang mandi di aliran air yang kotor, hijau, air buangan dan bercampur sampah. Kami prihatin!! Dengan masyarakat seni yang kekurangan air bersih. Seorang rekan diantara kami mengaku pernah menulis hal ini tiga kali di korannya, namun tak ada juga respon dari Pemkab.

Kemana saja Bupati Serang selama ini?? Kemana janji TN saat kampanye yang menjual kesejahterakan rakyat??

Saya teringat kawan Ubayhaqi (anggota DPRD Lampung), pada Minggu (26/7) sebelum saya ke Pontang ia bercerita tentang sistem irigasi Pontang masa lampau. Menurutnya irigasi Pontang saat itu terkenal terbaik di Banten sehingga pertanian berhasil dengan baik. Tidak ada cerita kekeringan sehingga masyarakat gontok-gontokkan seperti sekarang. Namun menurut lelaki asli Pontang lulusan Unila ini adalah pemerintah tidak mau belajar pada sejarah sehingga bukan memelihara malah menghancurkan.

Ini juga yang sedang terjadi di daerah kami di Kampung Cirahab, Desa Curugoong, Kecamatan Padarincang Serang Banten. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tidak belajar pada pengalaman. Mereka menutup mata atas kerusakan lingkungan yang disebabakan oleh Aqua.

Sepertinya Bupati TN kalah cerdas dengan masyarakat Padarincang yang tinggal di kampung itu. Pak TN tidak bisa memisahkan antara keuntungan dan kerugian untuk masyarakat. Padahal secara kasat mata, jika eskplorasi itu terjadi akan mengeringkan 4000 ribu hektar. Belum lagi potensi kekeringan Cidano mongering. Dari aspek kekeringan ini menyebabkan kehancuran di sektor ekonomi para petani. Mana untungnya untuk rakyat?? Penyerapan Tenaga kerja?? Ehm… paling hebat masyarakat setempat menjadi komandan keamanan, yang gajinya dua jutaan. Coba lihat kerugian yang akan ditimbulkan.

Bupati Tak Kunjung Cerdas

Masyarakat Padarincang sudah cukup cerdas. Sejauh ini mereka tidak pernah melakukan aksi anarkis. Mereka selalu mengikuti aturan demokratis. Mereka menyuarakan aspirasinya dengan beraudiensi dengan wakil rakyat (Komisi D) DPRD Kabupaten Serang, pihak perusahaan dan eksekutif untuk menghentikan pembangunan pabrik Aqua yang dilakukan oleh PT Tirta Investama (TI). Mereka juga menggunakan media sebagai fasilitator dan fungsi kontrol meminta eksekutif mencabut izin pembangunan di sana. Namun, Taufik Nuriman sepertinya tak kunjung cerdas, tiga bulan isu ini bergulir Bupati belum juga punya sikap.

Sabtu (26/7) saya sempat hadir dalam musyawarah warga Padarincang di rumah H Ahsan, Kampung Cempaka Desa Ciomas, untuk penolakan Aqua ini. Pada pertemuan itu hadir beberapa intelek, aktivis beberapa partai politik, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Palima Cinangka (HIMPALKA), pemuda, perwakilan ulama dan kaum tua. Saya agak merinding juga menyaksikan kesatuan dan kebersamaan mereka ini namun tetap bersahaja. Saya langsung ceritakan ini pada kakek saya yang sudah berusia 75-an. Kakek saya kemudian balik bercerita bahwa pasca pernyataan kemerdekaan oleh Seokarno banyak masyarakat Padarincang khususnya dari Desa Ciomas datang ke Jakarta untuk membantu tentara Indonesia melawa Belanda (NICA). Masih menurut kakek banyak orang Ciomas yang gugur disana atau kembali dengan jenazah. Itu adalah sikap patriotisme masyarakat Ciomas yang tidak dimiliki oleh masyarakat lainnya. Jika mereka punya musuh pantang menyerah.

Memang saya belum membaca fakta tertulisnya. Namun cerita kakek adalah fakta sejarah. Saya berpikir apakah ini reinkarnasi melawan penjajah (ekonomi), kakek mengiyakan. Namun kakek yang pernah menyaksikan Ahmad Chotib, residen Banten kala itu bergerilya ke Ciomas mengingatkan bahwa tantangan sekarang besar adalah duit lan wadon (uang dan perempuan). Dua inilah yang membuat masyarakat hilang keberanian, hilang rasa dan lupa diri. Taktik ini memang sedang dijalankan oleh perusahaan dengan iming-iming akan membangunkan mesjid dan CSR yang berlipat. Ia mendekati orang-orang yang lemah mental. Sampai sekarang tak dipungkiri ada beberapa orang yang masih merapat ke perusahaan. Mereka adalah calo tanah. Sisanya para jawara yang saya sebutkan pada edisi lalu, sudah sadar dengan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh pabrik Aqua ini.

Bahkan masyarakat bergerak sendiri secara ikhlas mengumpulkan dana untuk berbagai kegiatan, rapat, membuat spanduk, transportasi, konsumsi dan lain-lain. Bendahara aksi, H. Ujang berhasil menghimpun dari 10 juta dalam tiga hari.

Rekan, sepekan ini masyarakat mengambil tindakan lebih keras, memasang spanduk yang berisi penolakan keberadaan Aqua dan ledekan terhadap Bupati Serang hampir di setiap desa. Isinya menyepelekan Bupati Taufik. Tapi lacur, bupati sepertinya tak kunjung mendengar aspirasi rakyatnya. Karena itulah pada Selasa (05/8) besok mayoritas masyarakat Padarincang akan menyambut Bupati Taufik Nuriman dengan aksi demonstrasi saat kunjungan pengajian ke Padarincang. “Bupati harus mencabut izin pembangunan TI,” kata Basyit, koordinator masyarakat dengan tegas.

Jika pada Selasa ini Taufik Nuriman tidak mencabut maka hari Rabu (6/8) dipastikan seribuan orang dari perwakilan 32 desa di Padarincang datang ke Pemkab Serang meminta bupati mencabut izin. Sebenarnya masih banyak yang ingin ikut aksi namun dibatasi mengingat kemananan yang sulit dikendalikan apalagi emosi masyarakat yang memuncak. Langkah ini adalah langkah terakhir karena TN tak menghiraukan audiens, spanduk dan media. Pemirsa, rakyat semakin cerdas namun pejabat sepertinya tak lekas cerdas.

Kini saatnya rakyat bergerak sendiri tolak Aqua!!

KAMI YANG MENOLAK:

MUI PADARINCANG,  FORUM ULAMA TAMBIUL UMAH, LPM PADARINCANG, FORUM UMAT BERSATU, MASYARAKAT PETANI BANTEN, FORUM LINTAS BARAT, HIMPUNAN MAHASISWA PALIMA CINANGKA (HIMPALKA), HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA UNTIRTA (MAPALAUT), BEM UNTIRTA, FORUM KOMUNIKASI KEPALA DESA, IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH, LEMBAGA PERS SIGMA IAIN BANTEN.

Permalink 2 Tanggapan

BUPATI SERANG NGELENCER KE PERANCIS

Agustus 7, 2008 at 6:06 am (Artikel)

UPDATE BERITA PADARINCANG

Salam, kawan-kawan setelah Bupati Serang Taufik Nuriman bingung. Kini ia di sogok untuk jalan-jalan ke Prancis. Meski masyarakat jelas menolak.

Jelas dan nyata para pemimpin kita memang hanya mementingkan perutnya sendiri.

***

Bupati Serang Ngelencer ke Perancis

Radar Banten Edisi 23 Juli 2008

SERANG – Bupati Serang Taufik Nuriman, Selasa (22/7), berangkat ke negara asal perusahaan air mineral merek Aqua, yaitu Perancis.

Keberangkatan kali ini untuk membicarakan masalah investasi produk air mineral yang pabriknya akan berdiri di Padarincang, Kabupaten Serang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Serang RA Syahbandar di sela-sela sambutan pada acara sosialisasi keaksaraan fungsional di aula Setda 2, Selasa (21/7), mengatakan, keberangkatan Bupati kali ini atas undangan perusahaan asal Perancis yang akan menanamkan investasinya di Serang. “Investasi yang akan dibicarakan adalah pengadaan air bersih,” kata Syahbandar seraya menyampaikan salam dari Taufik.
Menurut Syahbandar, keberangkatan Bupati tidak perlu dicurigai, karena biaya akomodasi dan lainnya ditanggung pihak perusahaan (investor). “Semuanya ditanggung oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

Sayangnya, Syahbandar tidak menceritakan secara detil siapa saja yang turut serta mendampingi Taufik. Namun, menurut sejumlah sumber, ada 4 pejabat yang ikut dalam rombongan Bupati ke Perancis.

Sekadar mengingatkan, saat ini perusahaan asal Perancis sedang melaksanakan pembangunan pabrik air mineral merk Aqua, di Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang. PT Tirta Investama selaku perusahaan yang diberi tanggung jawab dalam pembangunan pabrik, akhirnya menghentikan sementara karena mendapat penolakan dari masyarakat setempat yang mengkhawatirkan keberadaan pabrik tersebut akan mengancam ketersediaan air bersih. Tak hanya itu, warga dan ulama setempat juga meminta agar Bupati mencabut izin lokasi yang telah dikeluarkan.
Hingga saat ini Pemkab belum memutuskan apakah izin lokasi akan dicabut atau justru dilanjutkan. Pasalnya, Pemkab masih ragu, karena khawatir akan di-PTUN-kan oleh perusahaan.

Terkait masalah PTUN pihak perusahaan, Kabag Hukum Setda Kabupaten Serang Bustomi membenarkan bahwa dalam aturannya masyarakat dalam hal ini perusahaan bisa mem-PTUN-kan Pemkab. “Kalau bicara mungkin, semua bisa terjadi, termasuk dalam masalah pembangunan pabrik Aqua ini,” kata Bustomi.
Sementara itu, sejumlah kalangan menyayangkan keberangkatan Bupati ke Perancis. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Serang SM Hartono menegaskan, kegiatan Bupati akan menjadi catatan tersendiri bagi dewan. “Semestinya sebagai seorang pemimpin Bupati mendekat ke masyarakat. Bukan justru mendekat ke pengusaha. Ini menjadi citra buruk bagi kepemimpinannya,” kata Hartono.


Sikap sama diutarakan Abdul Basit, tokoh masyarakat Kecamatan Padarincang. Menurut dia, keberangkatan Bupati ke Perancis membuktikan bahwa Pemkab sudah tidak memiliki rasa keberpihakan kepada masyarakat. “Sudah jelas warga menolak kenapa masih dipertahankan,” ungkapnya. (Karnoto).

Radar Banten Edisi 23 Juli 2008

Permalink 1 Tanggapan

ULAMA TOLAK PEMBANGUNAN AQUA

Agustus 7, 2008 at 5:59 am (Uncategorized)

Salam,

Rekan-rekan berikut berita terkini tentang pembangunan

Aqua di Radar Banten.Semoga Bupati Serang Taufik Nuriman

diberikan petunjuk dan sadar akan kerusakan lingkungan jika Aqua nantinya dibangun.

ULAMA TOLAK PEMBANGUNAN AQUA

SERANG – Sejumlah ulama di Kecamatan Padarincang meminta Bupati Serang Taufik Nuriman segera mencabut izin lokasi pembangunan pabrik aqua di Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, karena dinilai meresahkan warga.

Kepada Radar Banten, Kamis (17/7), Wakil Ketua Humas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Padarincang KH Juher menegaskan, pembangunan pabrik aqua akan mengancam ketersediaan air di masa yang akan datang. “Untuk itu, kami ulama di Padarincang sepakat agar Bupati segera mencabut izin lokasi pabrik aqua karena sudah jelas meresahkan warga,” kata Juher.

Menurut Juher, penolakan ulama terhadap pembangunan pabrik tersebut bukan berarti anti pembangunan. “Penolakan ini jangan disalahartikan sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan. Akan tetapi ini merupakan bentuk tanggungjawab kami untuk melindungi daerah dari kelangkaan air,” kata Juher.
Saat ini, kata Juher, ulama dan masyarakat masih resah meskipun aktivitas pembangunan sudah dihentikan sementara. “Selama izin lokasi belum dicabut, maka kami belum tenang karena bisa saja sewaktu-waktu perusahaan melakukan pembangunan secara diam-diam,” ujarnya.

Thoif, ulama lainnya, mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, pembangunan pabrik aqua jelas akan berdampak pada ketersediaan air di masa yang akan datang. “Setahun mungkin tidak akan terlihat tapi beberapa tahun kemudian pasti akan terlihat, ini yang tidak kami inginkan,” ujarnya.

Abdul Basit, tokoh masyarakat setempat menuturkan, kesepakatan ulama untuk menolak pembangunan pabrik aqua merupakan bentuk kepedulian ulama terhadap masa depan di Padarincang.

“Mereka bukan anti pembangunan seperti yang disinyalir banyak kalangan. Akan tetapi, sikap ini sebagai bentuk moral terhadap nasib air di masa yang akan datang,” ungkap Basit.

Menurut Basit, masih banyak jenis pembangunan lain yang tidak mengancam ketersediaan air di Padarincang. “Yang jelas kami akan tetap menolak keberadaan pabrik aqua,” ujarnya. (karnoto)

Bupati Serang Bingung

SERANG – Bupati Serang Taufik Nuriman tampak bingung menghadapi permasalahan tuntutan warga agar izin lokasi pembangunan pabrik aqua di Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, dicabut karena dinilai meresahkan warga.
Kepada Radar Banten usai salat Jumat, Taufik menuturkan, dirinya tidak bisa menentukan keputusan pencabutan izin lokasi pembangunan pabrik aqua dalam waktu dekat ini. “Sekarang kita masih memetakan inti persoalan pembangunan pabrik aqua,” kata Taufik, Jumat (18/7).
Dikatakan Taufik, pro kontra soal kelanjutan pembangunan pabrik aqua sampai saat ini masih terjadi di tengah masyarakat. “Makanya saya sedang menunggu dan mempelajari masalah ini dengan teliti supaya keputusan yang diambil tepat,” ujarnya.
Sementara itu, pantauan Radar Banten di Kecamatan Padarincang, sejumlah spanduk yang berisi penolakan terhadap pembangunan pabrik aqua mulai marak dipasang warga. Di antara spanduk berisi tulisan warga Padarincang menolak pembangunan pabrik aqua tampak di Desa Padarincang.
Kain putih berukuran 6 meter ini sengaja dibentangkan warga di tengah jalan utama Padarincang. Bahkan tak hanya itu, warga pun memasang pamflet yang berisi penolakan terhadap pembangunan pabrik aqua.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah ulama di Kecamatan Padarincang meminta Bupati Serang Taufik Nuriman segera mencabut izin lokasi pembangunan pabrik aqua di Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, karena dinilai meresahkan warga.
Wakil Ketua Humas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Padarincang KH Juher menegaskan, pembangunan pabrik aqua akan mengancam ketersediaan air di masa yang akan datang. “Untuk itu, kami ulama di Padarincang sepakat agar Bupati segera mencabut izin lokasi pabrik aqua karena sudah jelas meresahkan warga,” kata Juher. (kar)

Sumber:

Radar Banten Edisi Jum’at/18 Juli 2008

KAMI YANG MENOLAK:

MUI PADARINCANG,  FORUM ULAMA TAMBIUL UMAH, LPM PADARINCANG, FORUM UMAT BERSATU, MASYARAKAT PETANI BANTEN, FORUM LINTAS BARAT, HIMPUNAN MAHASISWA PALIMA CINANGKA (HIMPALKA), HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA UNTIRTA (MAPALAUT), BEM UNTIRTA, FORUM KOMUNIKASI KEPALA DESA

UPDATE:

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH, LEMBAGA PERS SIGMA IAIN BANTEN

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

TIRTA INVESTAMA ILEGAL

Agustus 7, 2008 at 5:55 am (Uncategorized)

Update Padarincang

TIRTA INVESTAMA  ILEGAL

Minggu (13/7) malam saya menyempatkan diri untuk pulang kampung. Memenuhi janji dengan Abdul Basyit, koordinator penolakan atas pendirian anak perusahaan PT Tirta Investama (TI), anak perusahaan Aqua. Dari beliau saya mendapatkan kabar jika masyarakat yang dimotori oleh ulama, tokoh pemuda dan mahasiswa terus bergerak melakukan penolakan. Salah satunya adalah dengan melakukan pengumpulan tandatangan warga untuk menolak. “Ini dilakukan karena orang-orang yang pro terhadap perusahaan melakukan gerakan dukungan tanda tangan. Tapi saya yakin mereka dipaksa,” ungkap Basyit.

Gerakan ini dilakukan oleh pentolan jawara yang dibayar oleh perusahaan. Awalnya jumlah mereka banyak. Bapak saya sendiri ternyata sempat menampung tanah yang digali oleh perusahaan untuk mengurug kebun. Bapak menyatakan permohonan maafnya, karena beliau miskin informasi. Setelah tahu rencana perusahaan dan informasi dari saya bapak langsung menolaknya. Sekarang beliau menjadi tim koordinator pengumpul tandatangan di kampung. Selain bapak, beberapa jawara yang dianggap berpengaruh juga sudah menyatakan dukungan penolakan.

Rekan-rekan berdasarkan hasil konfirmasi dari beberapa nara sumber dan data-data yang saya baca ternyata izin pendirian PT Tirta Investama (Aqua) menunjukan banyak keganjilan. Pertama soal izin mendirikan bangunan tertera 8 Mei 2008 ditandatangani oleh kepala desa Curugoong H Aolani. Padahal pada masa itu H. Aolani tidak menjabat. Karena sedang menggelar pemilihan kepala desa. Sementara itu 8 Mei 2008 TI sudah melakukan pembangunan. Dan masyarakat protes. Artinya, surat izin dari kepala desa itu dibuat saat ada reaksi dari masyarakat.

Kedua, izin lokasi yang dikeluarkan oleh Bupati Taufik Nuriman untuk pembangunan TI telah menyalahi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2002-2012. Bahwa Padarincang merupakan sebagai daerah agrowisata.

Dan seperti yang disampaikan oleh beberapa media, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) TI belum dikeluarkan oleh DPLH Kabupaten Serang. Padahal TI sudah melakukan pembangunan fisik. Artinya TI sudah melanggar izin, yang izin tersebut juga tidak sesuai dengan RTRW 2002-2012. Artinya, TI masuk Padarincang Ilegal  (aji)

Segenap masyarakat Kami

MUI PADARINCANG, FORUM ULAMA TAMBIUL UMAH, LPM PADARINCANG, FORUM UMAT BERSATU, MASYARAKAT PETANI BANTEN, FORUM LINTAS BARAT, HIMPUNAN MAHASISWA PALIMA CINANGKA (HIMPALKA), HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA UNTIRTA (MAPALAUT), BEM UNTIRTA,

PUSAT TOLAK AQUA

DUKUNGAN BISA LEWAT KOORDINATOR

(BASYIT/KONTAK PERSON: 081911127433)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar