MELESTARIKAN ALAM KEMBALILAH KE LULUHUR

Februari 27, 2008 at 9:56 am (Artikel)

 baduy2.jpg

Oleh Aji Setiakarya 

Sekjen Rumah Dunia, Mahasiswa Komunikasi Untirta

Gunung ulah dilebur, Lebak ulah dirusak,” ungkap  Jaro Dainah, kekolot Baduy Desa Kanekes Lebak Banten. “Tilu sapamilu, dua sakarupa, hiji eta-eta keneh, (tiga ikut, dua sama, satu itu-itu juga, yaitu mempertahankan alam! kata  Abah Usep, Kaolotan Cisungsang Desa Cibeber, Lebak.   Ya itulah ungkapan bijak yang disampaikan oleh kedua komunitas tradisional di Banten   pada puncak acara Milangkala Seni Forum Kesenian Banten (FKB), Sawala Budaya, yang bertema  Global Warming, Berkaca Pada Tanah Leluhur pada Rabu (13/2).   Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pertengkarang Dengan Dokter, Dini Hari Tadi

Februari 27, 2008 at 9:23 am (Memori)

 can47.jpg

Salam,  selamat pagi bella,

senang berkenalan dengan kamu semoga

kita menjadi teman yang baik,

teman yang selalu menasehati.

 

Dini hari tadi saya search yayasan yarsi dan nemu kamu

Dan kebetulan lagi kamu juga ngambil jurusan kedokteran.

 

Bella, ada seribu pertanyaan yang menguap di kepala saya

Jika berbicara tentang dokter, tentu saja adalah

Persoalan kelakuan seorang dokter.

 

Aku seringkali menemukan seorang dokter yang tidak mengapresiat,

Tidak menghargai pasiennya dan tidak sopan.

Berkali-kali aku melihatnya.. saya pernah menunggu

Kakek dan nenek saya siang malam dan menemui dokter yang “jutek”

Dan untungnya waktu itu saya tidak emosional. Saya hanya mengelus dada

Dan saya hanya membuat cerita untuk dokter yang jutek itu.

 

Namun kejadian serupa menimpa saya dini hari tadi di RSUD SERANG.

Kakak saya habis melahirkan dan dia harus dirawat intensif.

Konyol, seorang dokter menanyai pasien dengan tanpa etika

Dan seenaknya dewek, padahal dia juga tahu bahwa kakak saya

sedang lemah, shock karena anaknya  yang dilahirkannnya meninggal.

 

Dan  sepupu  saya sudah menyampaikannya kepada sang dokter itu.

Untuk bertanya dengan sopan.

Namun seperti tak punya hati ia tidak merubah, ia tetap bertanya menyolot.

Saya menahan emosi, dan dengan nada yang rendah memohon dengan sangat

Agar bisa mengerti perasaan si pasien.

 

Namun si dokter itu menyolot, dan dengan tangan yang spontan.

Saya tidak tahan lagi, saya ambil Name Cardnya dia.

Saya bilang akan saya laporkan ke atasannya.

Orang-orang yang ada diruangan itu kaget,

termasuk kakak saya.

 

Saya jengkel dengan dokter itu.

Saya langsung melihat namecardnya dokter itu.

Ternyata dia sama almamaternya dengan kamu.

Di FK YASRI, DOKTER MUDA

Saya segera keluar dari ruangan itu untuk menikam emosi. 

Saya khawatir dengan kesehatan kakak saya.

Dan saya tidak ingin dibilang onar,

  

Dokter Muda itu langsung keluar juga ke bagian kantor.

Di kantor itu ribut, termasuk para perawat juga.

Satpam datang dan koordinator kantor datang pula.

Mungkin DOKTER MUDA itu takut khawatir ID Cardnya

tidak dikembalikan.

 

Duhai Tuhan,

dokter itu cantik dan aku lihat masih muda.

Terbersit di otakku untuk membuat dia menangis.

Menciumnya, melaporkannya  atau menjambak rambutnya

Tapi apalah artinya, jika saya juga berprilaku seperti dia.

Saya masih rasa kasihan

 

Seribu pertanyaan menguap di otak saya

Tapi saya ingin bertanya satu saja tentang dokter.

Apakah para dokter itu memiliki hati nurani??  

Salam

Aji setiakarya

www.setiakarya.wordpress.com

www.rumahdunia.net

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar