MELESTARIKAN ALAM KEMBALILAH KE LULUHUR
![]()
Oleh Aji Setiakarya
Sekjen Rumah Dunia, Mahasiswa Komunikasi Untirta
“Gunung ulah dilebur, Lebak ulah dirusak,” ungkap Jaro Dainah, kekolot Baduy Desa Kanekes Lebak Banten. “Tilu sapamilu, dua sakarupa, hiji eta-eta keneh, (tiga ikut, dua sama, satu itu-itu juga, yaitu mempertahankan alam!” kata Abah Usep, Kaolotan Cisungsang Desa Cibeber, Lebak. Ya itulah ungkapan bijak yang disampaikan oleh kedua komunitas tradisional di Banten pada puncak acara Milangkala Seni Forum Kesenian Banten (FKB), Sawala Budaya, yang bertema Global Warming, Berkaca Pada Tanah Leluhur pada Rabu (13/2). Baca entri selengkapnya »
Pertengkarang Dengan Dokter, Dini Hari Tadi
senang berkenalan dengan kamu semoga
kita menjadi teman yang baik,
teman yang selalu menasehati.
Dini hari tadi saya search yayasan yarsi dan nemu kamu
Dan kebetulan lagi kamu juga ngambil jurusan kedokteran.
Bella, ada seribu pertanyaan yang menguap di kepala saya
Jika berbicara tentang dokter, tentu saja adalah
Persoalan kelakuan seorang dokter.
Aku seringkali menemukan seorang dokter yang tidak mengapresiat,
Tidak menghargai pasiennya dan tidak sopan.
Berkali-kali aku melihatnya.. saya pernah menunggu
Kakek dan nenek saya siang malam dan menemui dokter yang “jutek”
Dan untungnya waktu itu saya tidak emosional. Saya hanya mengelus dada
Dan saya hanya membuat cerita untuk dokter yang jutek itu.
Namun kejadian serupa menimpa saya dini hari tadi di RSUD SERANG.
Kakak saya habis melahirkan dan dia harus dirawat intensif.
Konyol, seorang dokter menanyai pasien dengan tanpa etika
Dan seenaknya dewek, padahal dia juga tahu bahwa kakak saya
sedang lemah, shock karena anaknya yang dilahirkannnya meninggal.
Dan sepupu saya sudah menyampaikannya kepada sang dokter itu.
Untuk bertanya dengan sopan.
Namun seperti tak punya hati ia tidak merubah, ia tetap bertanya menyolot.
Saya menahan emosi, dan dengan nada yang rendah memohon dengan sangat
Agar bisa mengerti perasaan si pasien.
Namun si dokter itu menyolot, dan dengan tangan yang spontan.
Saya tidak tahan lagi, saya ambil Name Cardnya dia.
Saya bilang akan saya laporkan ke atasannya.
Orang-orang yang ada diruangan itu kaget,
termasuk kakak saya.
Saya jengkel dengan dokter itu.
Saya langsung melihat namecardnya dokter itu.
Ternyata dia sama almamaternya dengan kamu.
Di FK YASRI, DOKTER MUDA
Saya segera keluar dari ruangan itu untuk menikam emosi.
Saya khawatir dengan kesehatan kakak saya.
Dan saya tidak ingin dibilang onar,
Dokter Muda itu langsung keluar juga ke bagian kantor.
Di kantor itu ribut, termasuk para perawat juga.
Satpam datang dan koordinator kantor datang pula.
Mungkin DOKTER MUDA itu takut khawatir ID Cardnya
tidak dikembalikan.
Duhai Tuhan,
dokter itu cantik dan aku lihat masih muda.
Terbersit di otakku untuk membuat dia menangis.
Menciumnya, melaporkannya atau menjambak rambutnya
Tapi apalah artinya, jika saya juga berprilaku seperti dia.
Saya masih rasa kasihan
Seribu pertanyaan menguap di otak saya
Tapi saya ingin bertanya satu saja tentang dokter.
Apakah para dokter itu memiliki hati nurani??
Salam
Aji setiakarya
www.rumahdunia.net
TANGIS ITU ADALAH PUISI
Oleh Aji Setiakarya
Gerimis menitik di atas langit Rumah Dunia.
Perlahan membasahi rambut-rambut yang telanjang.
Termasuk rambut saya. Anak-anak yang biasa datang ke Rumah Dunia (RD) itu sorak sorai, mewarnai Minggu pagi, 10 Februari 2008. Suara mereka seperti banjir yang tak berirama dan tak beraturan. Tapi di sanalah tenaga itu ada. Tenaga yang membuat kami terus hadir. Yang membuat suasana semakin hangat dan bahagia. Tangis, canda dan juga rasa iba mereka. Suara merdu anak-anak, generasi Banten itu tak boleh diredam apalagi ditekan. Baca entri selengkapnya »
JALAN YANG MEMBAHAGIAKAN
Ada sejumput kenangan yang membayang di benak saya saat bercerita tentang jalan.
Waktu saya masih kelas empat SD saya sering diajak berkunjug ke sawah oleh bapak saya yang seorang petani. Jarak dari rumah saya ke sawah sekitar dua kilometer. Satu kilomerer bisa dilalui oleh jalan beraspal. Satu kilometer lagi harus ditempuh dengan muka masam karena jalan ini berbatu dan kondisi tanahnya becek. Setiap saya hendak ke sawah seringkali kakak saya yang menyetir motor berucap, “Kita berperang dengan jalan.” Berperang dalam arti kata harus hati-hati karena tidak jarang bapak atau kakak saya jatuh lantaran jalannya yang becek dan berbatu ini. Bahkan saya punya pengalaman buruk yang tidak pernah saya lupakan.
MENGHUKUM SOEHARTO
Oleh Aji Setiakarya
Tulisan ini saya buat Minggu Pagi sekitar pukul 01 sampai suara adzan subuh tiba (sebelum Soeharto wafat jam 13.10)Semoga bermanfaat.
Reformasi itu hampir sepuluh tahun berlalu? Moment yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru dibawah bendera Soeharto itu masih menyisakan banyak persoalan. Salah satu persoalan yang tak kunjung selesai adalah menyangkut persoalan hukum Sang Bapak Orde Baru.
Keadaan kritis mantan Penguasa Orde Baru Soeharto kembali menimbulkan kontroversi akan perlu dan tidaknya Soeharto di bawa ke meja pengadilan. Sebagian orang berpendapat Soeharto perlu dibebaskan karena ia teleh memberikan jasa yang banyak terhadap bangsa ini. Soeharto dianggap menjadi pemancang pembanguan Indonesia. Pembangunan ekonomi, fisik dan budaya. Latar belakang itu di tambah dengan kondisi Soeharto yang kini terus mengalami kritis. Setelah hampir 20 hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pun Soeharto tetap dalam keadaan kritis. Baca entri selengkapnya »