Sepenggal Rindu
Oleh Aji Setiakarya
Aku,
Disini dalam cabikan
asmara yang meronta.
Terngiang wajahmu yang jelita dan berwarna.
Seperti pelangi yang melukis kata.
Ku pejamkan mata untuk sampai ke surga
Mengejar desahmu yang semakin menggema.
Menggurita seluruh nafas, mengikat nadi.
Menelusup ke lubang-lubang tahta.
Di
sana, apakah engkau rindu?
Mengangankan bintang yang bersinar?
Mungkin engkau hanya marasakan
rindumu sendiri.
Tapi, Aku?
Setiap desir angin adalah cinta.
Sepenggal rindu telah layu untukmu, kasih.
Aku di sini hanya bisa termangu.
Dalam untaian makna yang tidak terperi.
Rumah Dunia, 7 Mei 2005
Malam Minggu saat aku rindu pada dia.